Cara Menaikkan Harga Sebesar 71%

Image by Gerd Altmann from Pixabay

Sudah menjadi hal yang umum, bahwa harga suatu produk atau layanan adalah hal yang sensitif ketika dikaitkan dengan psikologi manusia dalam memutuskan pembelian.

Jika harga produk Anda terlalu rendah, orang mungkin mengira itu produk sampah atau abal-abal. Apabila terlalu tinggi, orang-orang mungkin akan mengira itu produk tipu-tipu / scam.

Nah, sekarang anggaplah produk (atau layanan) Anda layak mendapatkan label harga yang lebih tinggi. Lalu bagaimana Anda bisa menaikkan harga dan meminta orang-orang dengan senang hati membayarnya?

Kekuatan Persepsi

Misalkan Anda sedang berbaring di pantai pada hari yang panas. Selama satu jam terakhir Anda memikirkan betapa Anda ingin sekali segelas air kelapa muda yang dingin. Lalu teman Anda tiba-tiba menelepon dan berkata,

“Hei, mau es kelapa muda?”

Satu-satunya tempat terdekat di mana es kelapa muda dijual adalah di warung yang rusak. Kira-kira berapa banyak uang yang akan Anda berikan kepada teman Anda untuk membeli es kelapa muda itu?

Ingat-ingat ya seberapa banyak uang yang akan Anda berikan dan baca ulang pertanyaannya.

Kali ini, ganti “warung rusak” dengan “kafe mewah”. Berapa banyak uang yang akan Anda berikan kepada teman Anda sekarang? Akankah lebih dari sebelumnya?

Kebanyakan orang menjawab ya. Selama eksperimen penelitian, ekonom perilaku Richard Thaler menemukan bahwa harga rata-rata resor mewah itu 71% lebih tinggi daripada harga toko rusak.

Luar biasa, bukan? Anda bersedia membayar dua harga yang sangat berbeda untuk segelas es kelapa muda yang sama karena persepsi Anda memengaruhi batas harga Anda.

Dengan mengingat penemuan ini, satu-satunya cara logis untuk menaikkan harga Anda adalah dengan mengembangkan persepsi produk (atau layanan) Anda.

Jadi teruslah membaca untuk mempelajari bagaimana melakukannya.

Pilih Kata Yang Tepat

Yang dilakukan Thaler hanyalah mengubah beberapa kata dan orang-orang mengeluarkan uang lebih banyak untuk segelas es kelapa muda yang sama…

Apa yang membuat kata-kata itu begitu istimewa? Setiap kata memicu ingatan yang memberi tahu Anda berapa banyak uang yang harus Anda tawarkan untuk kelapa muda tersebut.

Dalam kasus Thaler, “kafe mewah” lebih mahal daripada “warung rusak” karena “mewah” terdengar lebih mahal daripada “rusak”.

Saat Anda ingin menaikkan harga secara online, Anda memilih kata-kata dalam deskripsi Anda yang mengomunikasikan persepsi harga yang Anda inginkan. Berikut dua contoh:

  • Ebook – Berapa banyak orang yang Anda kenal yang menjual ebook? Apakah mereka menyebutnya “ebook”? Orang-orang yang menjualanya secara online biasanya tidak begitu. Namun mereka menggunakan nama lain yang terdengar lebih mahal. Misalnya, menggunakan istilah: “materi”, “laporan”, atau “paket pelatihan”.
  • Konsultasi – Kebanyakan orang menggunakan istilah apa adanya, yaitu konsultasi. Masalahnya, istilah itu terlalu umum. Itulah mengapa beberapa konsultan top menggunakan kata lain untuk menjual jasanya. Misalnya, beberapa menyebutnya “nasihat”, “strategi”, atau “eksekusi”.

Ciptakan Pengalaman Produk yang Berharga

Anda tidak hanya membutuhkan kata-kata yang tepat, Anda juga perlu menciptakan pengalaman produk yang dianggap berharga oleh orang-orang.

Dalam eksperimen penelitian Thaler, kata-kata itu berhasil, tetapi tidak selalu semudah itu. Terkadang Anda perlu melakukan upaya ekstra untuk menciptakan pengalaman ini.

Maksudnya begini, semisal…

Saya berbelanja di suatu toko kelontong. Tempatnya nyaman, cahaya redup, stafnya juga ramah serta berpengetahuan, dan pemiliknya adalah koki kuliner yang membantu Anda menemukan bahan-bahan terbaik. Suatu hari saya membeli beberapa Daging Sapi. Si penjual daging memberi tahu saya cara memasaknya dan memberi saya bumbu-bumbu gratis.

Kedengaran bagus kan? Anda pasti bertanya-tanya “apa maksudnya?”

Kalau dipikir-pikir, layanan seperti itu bisa lebih mahal daripada belanja di supermarket lainnya (silakan disebut lah, apa saja, banyak pokoknya…).

Dan dengan layanan yang seperti itu, saya tidak keberatan membayar harga premium karena saya menghargai layanan keren mereka.

Nah, apa yang orang-orang hargai secara online?

Orang menginginkan satu hal: diperlakukan seperti manusia.

Bagaimana Anda melakukannya?

Secara mudahnya, adalah dengan menangani keluhan pelanggan Anda secara pribadi, karena ini akan menunjukkan kepada orang-orang bahwa Anda bersedia menyisihkan sebagian waktu pada mereka dan memperlakukannya seperti teman dekat.

Kesimpulan

Dari sekilas cerita di atas, tipsnya adalah Anda dapat menaikkan harga dengan membangun cerita di balik produk Anda.

Itu adalah tips sederhana dan Anda dapat mengembangkannya dengan berbagai hal-hal praktis lainnya.

Sekarang bagaimana? Pernahkah Anda melihat contoh lainnya? Apakah Anda juga membangun cerita untuk menaikkan harga produk maupun layanan Anda? Tinggalkan komentar.

2 comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *